Okesip. Perubahan semakin jelas. Semakin terasa.
Dan jauh semakin menyakitkan.
Tapi, sepertinya sekarang sudah mulai
membaik. Lupakan perubahan!
Eh iya, hari ini baru mulai baca buku
Ranah 3 Warna, buku kedua dari trilogy Negeri 5 Menara.
Baru buka bukunya udah dapat nasehatJ
Nih,
“Bersabar dan ikhlaslah dalam
setiap langkah perbuatan. Terus-meneruslah berbuat baik, ketika di kampong dan
di rantau. Jauhilah perbuatan buruk, dan ketahuilah pelakunya pasti diganjar,
di perut bumi dan di atas bumi. Bersabarlah menyongsong musibah yang terjadi
dalam waktu yang mengalir. Sungguh di dalam sabar ada pintu sukses dan impian
kan tercapai. Jangan cari kemuliaan di kampong kelahiranmu. Sungguh kemuliaan
itu ada dalam perantauan di usia muda. Singsingkan lengan baju dan
bersungguh-sungguhlah menggapai impian. Karena kemuliaan tak akan bisa diraih
dengan kemalasan. Jangan bersilat kata dengan orang yang tak mengerti apa yang
kau katakan. Karena debat kusir adalah pangkal keburukan.” *Diterjemahkan dengan bebas dari syair
Sayyid Ahmad Hasyimi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar