Powered By Blogger
Powered By Blogger

Selasa, 24 Juni 2014

:D



hallo ~ ini mau share esay pribadi yang dulu gua bikin buata tugas sekolah :D
kalo mau baca, silakan aja ;;) 
Tentangku
Namaku Rina Musannadah. Aku biasa dipanggil Rina, tetapi sebagian sahabatku memanggilku Musan. Aku lahir di Amuntai, 01 Februari 1997. Aku mempunyai seorang ibu yang biasa kupanggil mama. Mama adalah seorang guru yang mengajar di salah satu SD di daerah Amuntai Tengah. Aku juga mempunyai seorang ayah yang bekerja sebagai pegawai Dinas Kesehatan di Amuntai. Aku adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Aku mempunyai seorang kakak laki-laki dan seorang kakak perempuan. Sewaktu kecil, aku sangat suka ikut mama ke sekolah tempat beliau mengajar. Mungkin itu yang menyebabkan aku suka sekolah dan merengek minta disekolahkan, padahal saat itu usiaku masih 2,5 tahun. Mama tak bisa berbuat banyak, akhirnya aku pun disekolahkan bersama kakak perempuanku di TK dekat SD tempat mama mengajar. Aku sangat senang bisa bersekolah. Aku senang bertemu teman-teman serta guru-guru di sana. Aku senang belajar dan bermain bersama mereka.
Tahun pertamaku sekolah sungguh sangat menyenangkan. Sayangnya, pada tahun keduaku sekolah, aku merasa bosan dan malas. Aku kembali rutinitas awalku, ikut mama mengajar. Pada tahun selanjutnya, aku kembali bersemangat untuk sekolah. Aku kembali masuk sekolah dan bertemu teman-teman yang baru, karena teman-teman lamaku sudah lulus TK dan melanjutkan ke tingkat SD. Aku senang bertemu teman-teman yang baru. Aku belajar dan bermain bersama mereka. Aku senang, walaupun masih berumur 4 tahun, aku sudah bisa membaca tanpa mengeja. Aku senang karena aku sudah bisa lebih unggul dari teman-temanku.
Namun, saat itu, tahun 2001, musibah menghampiri keluargaku. Ayahku meninggal dunia. Sayangnya, saat itu aku masih terlalu kecil bahkan mungkin masih terlalu polos untuk mengerti apa maksud dari kata “meninggal dunia.” Jujur saja, saat itu aku hanya duduk di samping tubuh kaku ayahku dan merasa bingung dengan semuanya. Sungguh, banyak pertanyaan dalam benakku. Kenapa ini? Kenapa banyak orang berdatangan ke rumahku? Kenapa ada banyak orang yang menangis hari ini? Aku tak mengerti. Sungguh.
Hari terus berlalu, aku masih tidak mengerti. Ayahku hanya pergi untuk waktu yang cukup lama, pikirku. Sampai suatu waktu, mungkin saat aku kelas 2 SD, aku mulai sadar, dan aku mulai bertanya kepada mama. Aku pun mengerti. Ayahku sudah tidak ada. Ayahku sudah pergi jauh. Meninggalkan aku, mama, kakak-kakakku, dan dunia ini. Aku sedih, tentu saja. Aku menyesal. Namun, apa mau dikata? Semuanya sudah berlalu, aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya bisa berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk ayah.
Sewaktu SD saya bersekolah di SDN Pasar Senin 1, dekat rumahku. Saat itu, aku bisa dibilang salah satu siswi yang cerdas. Aku selalu mendapat rangking satu. Aku beberapa kali didaulat untuk mewakili sekolahku mengikuti lomba-lomba matematika. Walaupun tak pernah mendapat juara, aku tetap senang.
Saat SD, aku bertemu banyak teman yang sangat baik. Aku mempunyai beberapa sahabat sewaktu SD. Mereka adalah Mia, Erni, Bima, Alfi, Rezky, dan Nadi. Setelah saya lulus SD, saya melanjutkan sekolah ke MTsN Model Amuntai. Aku mencoba mendaftar ke MTsN Model Amuntai dan ternyata diterima. Saat MTs, aku mencoba mengikuti ekstrakurikuler puisi dan drumband. Untuk masuk menjadi pemain salah satu alat drumband, aku harus mengikuti tes. Aku mencoba untuk memainkan salah satu alat yang aku lupa namanya, namun aku gagal karena alatnya terlalu besar untuk ukuran badanku, dan aku memang belum bisa memainkannya. Akhirnya, aku menjadi salah satu anggota drumband dengan memegang bendera. Walaupun gagal untuk memainkan alat, aku senang bisa memainkan bendera, memutar-mutarnya. Ah, asik sekali.
Setelah aku lulus MTs, aku mencoba melanjutkan ke SMA. Aku mencoba mendaftar ke SMAN 1 Amuntai. Pada saat tes ujian masuknya, aku optimis lulus. Yang membuatku pesimis adalah tes wawancara bahasa inggrisnya. Aku sangat gugup saat itu. Untungnya, guru yang mewawancara-i aku adalah Frau Ika. Beliau bisa membuat wawancara tersebut menjadi lebih asik, tidak tegang sama sekali. Akhirnya, aku lulus masuk SMA ini. Walaupun tidak meraih peringkat satu saat masuk sekolah ini, aku senang bisa meraih peringkat 8 dari sekitar 200 orang yang mendaftar di sekolah ini.
Di SMA, aku sempat mengikuti ekstrakurikuler PASKIBRA. Namun, aku hanya sanggup bertahan beberapa minggu. Tubuhku tidak sanggup untuk mengikuti latihan PASKIBRA yang bisa dibilang cukup keras itu. Berdiri tegap di bawah sinar matahari. Aku tak sanggup, sungguh. Akhirnya, aku berhenti dan kemudian mengikuti ekstrakurikuler PMR dan English Club.
Di PMR, aku tidak terlalu aktif karena aku memang tidak terlalu menyukai hal-hal yang identik dengan kesehatan. Aku lebih aktif di English Club karena aku menyukai bahasa inggris. Dari English Club ini lah, jalanku terbuka untuk mengikuti lomba-lomba debat bahasa inggris. Aku sangat senang mengikuti debat bahasa inggris. Selain karena aku suka bahasa inggris, aku juga bisa mendapatkan teman-teman baru dari kabupaten-kabupaten lain.
Selain debat bahasa inggris, aku juga pernah mewakili sekolahku untuk mengikuti Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan Indonesia bersama 9 temanku. Walaupun tidak mendapat juara, aku senang karena aku mendapat pengalaman berharga dan mendapat banyak teman dari SMAN 1 Kandangan, SMAN 7 Banjarmasin, serta SMAN 1 Jorong.
Saat ini, aku mempunyai teman-teman yang baik dan cukup dekat. Mereka adalah Desy, Hasna, Annies, Jasmine, Muna, Agus, Syarif, dan lain-lain yang tidak bisa aku sebutkan satu per satu namanya. Saat ini aku sangat senang jalan-jalan, makan, dan belajar bersama teman-teman. Masa-masa sekolah seperti ini sangat menyenangkan. Semoga saja semua ini bisa menjadi kenangan indah dalam hidupku.
Sampai di sini dulu cerita tentang diriku sendiri dan terima kasih sudah membacanya. 

R-Musannadah-F

Tidak ada komentar:

Posting Komentar