hallo ~ ini mau share esay pribadi yang dulu gua bikin buata tugas sekolah :D
kalo mau baca, silakan aja ;;)
Tentangku
Namaku
Rina Musannadah. Aku biasa dipanggil Rina, tetapi sebagian sahabatku
memanggilku Musan. Aku lahir di Amuntai, 01 Februari 1997. Aku mempunyai
seorang ibu yang biasa kupanggil mama. Mama adalah seorang guru yang mengajar
di salah satu SD di daerah Amuntai Tengah. Aku juga mempunyai seorang ayah yang
bekerja sebagai pegawai Dinas Kesehatan di Amuntai. Aku adalah anak ketiga dari
tiga bersaudara. Aku mempunyai seorang kakak laki-laki dan seorang kakak
perempuan. Sewaktu kecil, aku sangat suka ikut mama ke sekolah tempat beliau
mengajar. Mungkin itu yang menyebabkan aku suka sekolah dan merengek minta
disekolahkan, padahal saat itu usiaku masih 2,5 tahun. Mama tak bisa berbuat
banyak, akhirnya aku pun disekolahkan bersama kakak perempuanku di TK dekat SD
tempat mama mengajar. Aku sangat senang bisa bersekolah. Aku senang bertemu
teman-teman serta guru-guru di sana. Aku senang belajar dan bermain bersama
mereka.
Tahun
pertamaku sekolah sungguh sangat menyenangkan. Sayangnya, pada tahun keduaku
sekolah, aku merasa bosan dan malas. Aku kembali rutinitas awalku, ikut mama
mengajar. Pada tahun selanjutnya, aku kembali bersemangat untuk sekolah. Aku
kembali masuk sekolah dan bertemu teman-teman yang baru, karena teman-teman
lamaku sudah lulus TK dan melanjutkan ke tingkat SD. Aku senang bertemu
teman-teman yang baru. Aku belajar dan bermain bersama mereka. Aku senang,
walaupun masih berumur 4 tahun, aku sudah bisa membaca tanpa mengeja. Aku
senang karena aku sudah bisa lebih unggul dari teman-temanku.
Namun,
saat itu, tahun 2001, musibah menghampiri keluargaku. Ayahku meninggal dunia.
Sayangnya, saat itu aku masih terlalu kecil bahkan mungkin masih terlalu polos
untuk mengerti apa maksud dari kata “meninggal dunia.” Jujur saja, saat itu aku
hanya duduk di samping tubuh kaku ayahku dan merasa bingung dengan semuanya.
Sungguh, banyak pertanyaan dalam benakku. Kenapa ini? Kenapa banyak orang
berdatangan ke rumahku? Kenapa ada banyak orang yang menangis hari ini? Aku tak
mengerti. Sungguh.
Hari
terus berlalu, aku masih tidak mengerti. Ayahku hanya pergi untuk waktu yang
cukup lama, pikirku. Sampai suatu waktu, mungkin saat aku kelas 2 SD, aku mulai
sadar, dan aku mulai bertanya kepada mama. Aku pun mengerti. Ayahku sudah tidak
ada. Ayahku sudah pergi jauh. Meninggalkan aku, mama, kakak-kakakku, dan dunia
ini. Aku sedih, tentu saja. Aku menyesal. Namun, apa mau dikata? Semuanya sudah
berlalu, aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya bisa berusaha untuk memberikan
yang terbaik untuk ayah.
Sewaktu
SD saya bersekolah di SDN Pasar Senin 1, dekat rumahku. Saat itu, aku bisa
dibilang salah satu siswi yang cerdas. Aku selalu mendapat rangking satu. Aku
beberapa kali didaulat untuk mewakili sekolahku mengikuti lomba-lomba
matematika. Walaupun tak pernah mendapat juara, aku tetap senang.
Saat
SD, aku bertemu banyak teman yang sangat baik. Aku mempunyai beberapa sahabat
sewaktu SD. Mereka adalah Mia, Erni, Bima, Alfi, Rezky, dan Nadi. Setelah saya
lulus SD, saya melanjutkan sekolah ke MTsN Model Amuntai. Aku mencoba mendaftar
ke MTsN Model Amuntai dan ternyata diterima. Saat MTs, aku mencoba mengikuti
ekstrakurikuler puisi dan drumband. Untuk masuk menjadi pemain salah satu alat
drumband, aku harus mengikuti tes. Aku mencoba untuk memainkan salah satu alat
yang aku lupa namanya, namun aku gagal karena alatnya terlalu besar untuk
ukuran badanku, dan aku memang belum bisa memainkannya. Akhirnya, aku menjadi
salah satu anggota drumband dengan memegang bendera. Walaupun gagal untuk
memainkan alat, aku senang bisa memainkan bendera, memutar-mutarnya. Ah, asik
sekali.
Setelah
aku lulus MTs, aku mencoba melanjutkan ke SMA. Aku mencoba mendaftar ke SMAN 1
Amuntai. Pada saat tes ujian masuknya, aku optimis lulus. Yang membuatku
pesimis adalah tes wawancara bahasa inggrisnya. Aku sangat gugup saat itu.
Untungnya, guru yang mewawancara-i aku adalah Frau Ika. Beliau bisa membuat
wawancara tersebut menjadi lebih asik, tidak tegang sama sekali. Akhirnya, aku
lulus masuk SMA ini. Walaupun tidak meraih peringkat satu saat masuk sekolah
ini, aku senang bisa meraih peringkat 8 dari sekitar 200 orang yang mendaftar
di sekolah ini.
Di
SMA, aku sempat mengikuti ekstrakurikuler PASKIBRA. Namun, aku hanya sanggup
bertahan beberapa minggu. Tubuhku tidak sanggup untuk mengikuti latihan
PASKIBRA yang bisa dibilang cukup keras itu. Berdiri tegap di bawah sinar
matahari. Aku tak sanggup, sungguh. Akhirnya, aku berhenti dan kemudian
mengikuti ekstrakurikuler PMR dan English Club.
Di
PMR, aku tidak terlalu aktif karena aku memang tidak terlalu menyukai hal-hal
yang identik dengan kesehatan. Aku lebih aktif di English Club karena aku
menyukai bahasa inggris. Dari English Club ini lah, jalanku terbuka untuk
mengikuti lomba-lomba debat bahasa inggris. Aku sangat senang mengikuti debat
bahasa inggris. Selain karena aku suka bahasa inggris, aku juga bisa
mendapatkan teman-teman baru dari kabupaten-kabupaten lain.
Selain
debat bahasa inggris, aku juga pernah mewakili sekolahku untuk mengikuti Lomba
Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan Indonesia bersama 9 temanku. Walaupun tidak
mendapat juara, aku senang karena aku mendapat pengalaman berharga dan mendapat
banyak teman dari SMAN 1 Kandangan, SMAN 7 Banjarmasin, serta SMAN 1 Jorong.
Saat
ini, aku mempunyai teman-teman yang baik dan cukup dekat. Mereka adalah Desy,
Hasna, Annies, Jasmine, Muna, Agus, Syarif, dan lain-lain yang tidak bisa aku
sebutkan satu per satu namanya. Saat ini aku sangat senang jalan-jalan, makan,
dan belajar bersama teman-teman. Masa-masa sekolah seperti ini sangat
menyenangkan. Semoga saja semua ini bisa menjadi kenangan indah dalam hidupku.
Sampai di sini dulu
cerita tentang diriku sendiri dan terima kasih sudah membacanya.
R-Musannadah-F

Tidak ada komentar:
Posting Komentar