Aku tak tahu ini kenapa dan ada apa. Yang kutahu semuanya hanya mengalir seperti air. Mengikuti jalannya arus.
Yap. Di sini lah aku. Di Yogyakarta. Kota pelajar, juga kota budaya.
Di sini lah aku, mulai menata kembali kehidupan baru. Mencoba peruntungan menuntut ilmu di suatu universitas di Yogyakarta.
Universitas Gadjah Mada. Alhamdulillah. Aku mendapat kesempatan untuk menuntut ilmu di salah satu universitas terkemuka di Indonesia ini.
Aku mendapatkan kesempatan ini melalu jalur SBMPTN atau jalur tes tulis.
Tidak mudah memang mendapatkannya. Setelah beberapa kali terseok-seok mengikuti tes ini-itu, namun gagal.
Dari pertama, mengikuti tes STIS Jakarta yg gugur di tes tertulis pertama. Mungkin memang jalanku memang tak ada di sana.
Kemudian, pengumuman SNMPTN di mana aku memilih Matematika UGM dan Sastra Inggris UGM, dan akhirnya juga tak diterima.
Lanjut UNJ, pengolahan minyak bumi dan gas, beasiswa bersama PT. Badak, dan akhirnya gagal di seleksi tahap 2.
Sudah mulai putus asa. Tapi tetap melanjutkan psana, ,angan dengan (masih) mengikuti bimbel untuk SBMPTN.
Oh iya, terimakasih kepada orang2 yg berjasa selama aku ikut bimbel di Banjarbaru. Terimakasih utk Diah Rahmana Zuhro dan Siti Munawarah yang sungguh sangat banyak membantu dalam urusan tempat tinggal selama di Banjarbaru. Terimakasih juga buat Nadya Nor Azizah yang jadi temen kos selama lebih kurang satu bulan. Terimakasih Gina Maulina jg sudah ngizinin numpang di lebih kurang satu minggu terakhir karena ada masalah di rumah Diah. Terimakasih juga buat Azizah, Nadiah Fatmasari, Annies Hanifa Wikandari, Yaya Ananda Juani yang selalu setia nemenin makan pentol bakar :v Juga terimakasih buat Muhammad Syarifullah sudah menjadi kk yang baik selama di perantauan :3 terimakasih banyak buat Rosi Rosanti yang 3 kali jadi tumpangan di Banjarmasin tiap kali ada tes di sana, juga buat Desy Noor Hadijah sahabat tersayang yang udah rela panas2an nemenin verifikasi berkas STAN :*. Dan yg paling penting terimakasih tentor2 Go Smart yang selalu mensupport :') Om Rusyadi, Om Fajar, Mbak Della, Mbak Yuli, Pak Saman, Pak Simon, Pak Adit, dll. I really thanks for you all :)
Balik soal SBMPTN, saat bimbel berusaha terus menerus ngejar passing gradenya Math UGM, dan akhirnya bisa. Akupun memutuskan pilihan utk SBMPTN, yaitu:
1. Universitas Gadjah Mada - Matematika
2. Universitas Padjajaran - Matematika
3. Universitas Airlangga - Matematika
Malam sebelum tes, aku tidak belajar seperti kebanyakan teman-teman. Bukan apa-apa, aku hanya menyiapkan mental dan kesehatanku. Aku sudah tidak mau gagal seperti tes-tes sebelumnya. Malam itu aku tidur sekitar jam 8 malam.
Di ruang tes, aku sedikit gugup. Melihat soal pun aku sedikit panik. Karena bisa dibilang soalnya lumayan susah dan memakai sistem minus. Namun aku selalu ingat pesan salah satu guru SMAku "kalo km yakin 50%, jawab aja. Toh untungnya jauh lebih banyak kan kalo bener" dan aku menerapkannya.
Kebanyakan temanku tidak berani nekat seperti apa yg kulakukan.
16 Juli, pengumuman SBMPTN. Gugup bukan main. Aku sudah tak berani berharap lebih. Aku hanya berani berharap lulus di Universitas Airlangga. Namun Alhamdulillah saat kubuka pengumuman, yang tertulis di sana bukan Universitas Airlangga ataupun Padjajaran, melainkan Universitas Gadjah Mada. Pilihan pertamaku, Universitas terkemuka di Indonesia.
.....
Ada yg membuat bingung. Sebelumnya aku sudah diumumkan lulus seleksi tahap 1 STAN, aku ingin mengikuti seleksi tahap 2 STAN, tapi ternyata bentrok dengan PPSMB Palapa (bisa dibilang ospeknya UGM), jadi yasudahlah.
Big thanks for my parents and family who always support me. :)
Mungkin di sini memang jalanku. Jalani sepenuh hati. Bismillahirrahmanirrahim :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar